Pada hari pertama hingga hari ketiga, aku mengikuti kegiatan LDKS di sekolah bersama para siswi calon IPH 2025. LDKS kali ini sangat berbeda dari sebelumnya. Kegiatan yang dirancang dan direncanakan dengan matang ini memberikan kesan mendalam, menjalin ukhuwah yang erat, dan memberikan banyak pelajaran yang sangat berkesan.
Pada hari kedelapan dan kesembilan, aku hanya di rumah. Beristirahat dan mengerjakan tugas sekolah.
Hari kesepuluh, aku bergabung dengan para pemuda menjadi relawan dalam acara Go Green Beraksi 2.0. Kami membersihkan lingkungan di beberapa titik di Indonesia yang menjadi pusat keramaian pada malam tahun baru, salah satunya adalah ECO Park, Tebet, Jakarta Selatan. Kami memungut sampah yang tidak dibuang pada tempatnya dan memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Rasanya sangat senang melihat taman yang kembali hijau. Selain itu, aku juga mendapatkan teman baru dan pengalaman baru. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang, mulai dari tingkat SMP hingga mahasiswa/i.
Namun, sebelum hal yang menyenangkan ini terjadi, ada satu cerita yang membuatku sangat khawatir dan hampir tidak ingin melanjutkan perjalanan ke lokasi. Tebet, Jakarta Selatan, adalah lokasi terjauh yang pernah aku kunjungi hanya bersama teman. Aku sangat tidak yakin bisa sampai di lokasi sendiri karena tidak tahu rute busway dan kurang percaya diri untuk bertanya. Aku berencana bertemu dengan temanku di Halte UKI Cawang pukul 06.00 pagi. Kami harus berangkat pagi karena kegiatan dimulai pukul 07.00 pagi. Aku pun berangkat dari rumah pukul 05.30.
Sampai di Halte UKI Cawang, ayahku menawarkan tumpangan kepada temanku menggunakan mobil kami. Namun, ternyata temanku membawa satu temannya lagi beserta adiknya. Mobil kami yang hanya berkapasitas empat orang tentu tidak muat. Aku memutuskan menunggu di halte, tetapi setelah beberapa menit, aku merasa sudah terlalu lama. Aku pun menelpon temanku yang ternyata sudah sampai di Halte Tebet. Rasanya ingin pulang karena tidak tahu arah. Dengan informasi seadanya dari temanku melalui chat, aku mencoba mengikuti arahan tersebut. Namun, aku malah salah arah. Akhirnya, aku memberanikan diri bertanya kepada petugas dan mengikuti arahan mereka hingga sampai di Halte Tebet. Rasa kesal seketika hilang karena meskipun sempat ditinggal, aku jadi lebih percaya diri untuk bertanya dan merasa siap berkeliling Jakarta kapan saja¯\\\_( ͡° ͜Ê– ͡°)\_/¯
Hari kesebelas, aku dan teman-temanku mengunjungi Museum Nasional Indonesia. Awalnya, kami hanya berencana mengunjungi museum, tetapi ternyata kami juga mampir ke Perpusnas. Di sana, kami menemukan pameran fotografi. Mengunjungi pameran fotografi adalah pengalaman pertama bagiku. Di dalamnya terdapat karya-karya yang dicetak pada kanvas seperti lukisan. Potret-potret tersebut sangat memanjakan mata, bahkan untuk orang yang awam seperti aku. Liburan ke museum dan pameran sangat memuaskan.
Namun, tentu tidak ada perjalanan tanpa cerita aneh. Entah bagaimana, kami menghabiskan Rp29.500 pada e-money hanya untuk naik busway dari Museum Nasional ke Perpusnas. Kami juga menggunakan KRL dari Stasiun Nambo ke Stasiun Juanda pulang-pergi yang memakan biaya Rp12.000. Biaya busway yang seharusnya hanya Rp3.500 sekali naik ternyata membengkak karena ntah mengapa kami menaiki busway hingga lima kali!(⊙\_⊙)? Walaupun begitu, liburan keliling Jakarta adalah liburan terhemat karena dengan uang kurang dari Rp30.000, kami sudah bisa bepergian ke mana yang kami mau.
Hari kedua belas dan ketiga belas, aku tidak memiliki rencana khusus. Aku hanya bersantai menikmati sisa liburan dengan "hibernasi." Namun, aku tetap keluar rumah untuk mencari sarapan bersama keluarga. Walau hanya kegiatan kecil, tetap terasa seperti liburan.
Hari keempat belas atau hari terakhir liburan semester 3, aku mengisinya dengan kerja kelompok Informatika. Kerja kelompok kali ini sangat berbeda karena tidak terasa seperti belajar. Kami melakukannya di taman terbuka, duduk di atas tikar dengan pemandangan rerumputan hijau, danau yang mengalir, dan angin pagi yang segar. Berjemur di bawah matahari pagi yang masih sehat juga membuat pikiran menjadi terang, hati tenang, dan pekerjaan pun..
Terima kasih untuk semua yang sudah membaca ceritaku hingga selesai. Sampai jumpa di cerita selanjutnya! ❤️
.png)


0 Comments